Follow Us @farahzu

Sunday, September 15, 2019

(Home Made) Jelly Drink Sehat Tanpa Gula Pasir; Membantu Diet dan Meredakan Maag Secara Alami

3:16 PM 0 Comments
Assalamualaikum!
Siapa di sini yang suka merasa bersalah kalau habis minum/makan yang manis-manis? Saya salah satunya. Meskipun manisnya dari gula asli, tetap saja mengonsumsi gula pasir cukup sering bukanlah kebiasaan yang sehat. Dari berbagai sumber, WHO dan Kemenkes RI menetapkan jumlah aman konsumsi gula pasir adalah maksimal 4 sendok dalam sehari. Takaran ini total ya, jadi baik gula pasir yang terkandung di minuman, makanan, dan kue-kue. Catatan tuh untuk yang suka mengonsumsi minuman kemasan, yang –sudah rahasia umum—mengandung banyak sekali gula. Belum lagi kalau mengandung pemanis buatan 😭😭

Kira-kira sudah lebih dari setengah tahun ini saya hijrah pemanis ke yang in sya Allah lebih sehat. Pengennya sih hijrah ke madu tapi kan kalau full madu lumayan mahal ya hehehe… saya pindah ke gula aren. Menurut sumber yang saya dapat, gula aren (bukan gula kelapa/gula merah) masih baik dikonsumsi 9 sendok makan sehari. Lebih dari 2 kali lipatnya gula pasir ya. Demikian pula indeks glikemik gula aren yang tidak sampai setengahnya gula pasir. Artinya kurang lebih, gula aren tidak cepat diolah jadi glukosa sehingga tidak mudah menaikkan kadar gula dalam darah sebagaimana gula pasir (Sumber1, sumber 2). 

Bikin kopi untuk suami pakai gula aren, bikin teh manis pakai gula aren, bikin teh daun mint pakai gula aren, bikin jelly drink pun sekarang pakai gula aren. Oh ya, gula aren saya dapatkan dari kampung ibu saya di Ciamis. Tapi di pasar tradisional juga biasanya ada yang jual sih. Hati-hati juga karena suka ada produsen yang curang, seperti memasukkan gula pasir ke adonan gula arennya. 

Nah, setelah intro panjang yang mudah-mudahan ada manfaatnya di atas, sekarang saya mau share resep jelly drink sehat dengan gula aren. Jadi minumnya tenang ga ada rasa bersalah sedikitpun hihihi…

Bahan:
- Air 4 - 4,5 liter
- Agar-agar 1 bungkus
- Nutrijell rasa apapun
(ini opsional, untuk tambahan rasa aja). Resep asli dari ibu saya sih tidak pakai nutrijell. Tapi suami penggemar nutrijell jadi dimasukin deh)
- Gula aren secukupnya. Berhubung ukuran cetakan gula aren tidak standar, hehehe… untuk ukuran seperti di foto ini saya pakai 7 butir

gula aren

Caranya, campur semua bahan dan masak sambil diaduk sampai mendidih. Sudah, selesai. Nah, setelah adem, tinggal masukkan jelly drink-nya ke jug atau botol-botol. Kalau jelly-nya menyatu, tinggal dihancurin dengan mengguncangkan botol atau diaduk dengan sendok atau pisau. Jangan lupa masukkan ke lemari pendingin ya!

Udah, gitu doang? Iya gitu doang. Jadi seperti bikin agar-agar jelly biasa tapi airnya banyaaaaaak. Jadi bisa diminum. Ini cocok banget buat orang yang suka malas ngunyah kayak saya ehehehe... Apalagi ketika cuaca panas melanda atau anggota keluarga kegerahan, minum ini yang sudah didinginkan bisa jadi rasa surga deh. Minuman ini juga bisa sangat membantu untuk meredakan asam lambung berlebih dan menyamankan perut bagi para penderita maag/gerd. 
Apalagi jelly drink ini ditambah gula aren. Klop banget untuk meredakan gejala maag bi idznillah.

Selain itu, jelly drink ini tentunya mengandung banyak serat yang bisa membantu melancarkan pencernaan dan menunda rasa lapar, serta memberi rasa kenyang lebih lama. Cocok banget juga nih untuk yang ingin menurunkan berat badan. Juga cocok untuk yang sekedar ingin minuman manis tapi tidak ingin menaikkan kadar gula dalam darah. Udaaaah cepetan bikiiiin… hihihi…

Sekian sharing resep sederhana kali ini. Semoga jadi inspirasi menyajikan minuman sehat yang nikmat untuk keluarga yaa.. Bisa juga untuk obat, terserah diniatkan untuk apa. Semoga berpahala. Aamiin. 

Baca Juga: Obat Maag Alami dari Kunyit

Tuesday, September 10, 2019

Review: Pixy Make It Glow Beauty Skin Primer, Pemakaian di Kulit Berminyak

9:11 PM 0 Comments

Assalamualaikum!
Ada review produk baru lagi nih. Sebenarnya produknya sih sudah lama keluar, yaitu sejak September 2018, demikian juga saya sudah lama juga pakainya ehehehe, hanya baru inget aja ini juga bisa dijadiin content *parah. Namanya Pixy Make It Glow Beauty Skin Primer. Ini satu-satunya produk dari Pixy Cosmetics dari seri Make It Glow yang saya punya. Di line itu sendiri ada 3 produk, yaitu primer ini, dewy cushion, dan bedak padat.

Pixy Make It Glow

Jadi, produk ini adalah sebuah primer, yang biasa digunakan sebelum menggunakan foundation atau make up pada umumnya. Jadi kalau pakai foundation setelah memakai primer, hasilnya tuh akan lebih nge-blend, lebih awet, kulit terlihat lebih halus dan beberapa jenis primer juga bisa menyamarkan pori-pori. Saya sendiri sering juga menggunakannya sebagai pelembab dan sunscreen saja, kemudian menggunakan bedak tabur kalau untuk sehari-hari. Tapi sekali lagi, kalau mau kembali ke jalan yang benar, fungsi primer adalah alas make up dan digunakan sebelum foundation ya. Hehehe…

Sekali lagi, primer ini juga bisa jadi opsi sebagai produk mengandung sunscreen untuk perlindungan dari sinar UVA dan UVB, karena mengandung SPF35 dan PA++. Produk ini juga mengandung pelembab dari olive oil, jojoba oil, dan yuzu extract sehingga cocok juga kalau mau disebut sebagai ‘pelembab’. Sesukamu deh hehehe… Pixy Beauty Skin Primer ini in sya Allah cocok untuk pemilik kulit kering maupun berminyak, apalagi kulit normal. Tentu saja yaa..

Menurut klaimnya juga, primer ini bisa menyamarkan noda hitam dan kerut-kerut halus, serta menghasilkan tampilan kulit yang lebih cerah. Cocok lah untuk yang mulai punya kerutan di usia 30an hehehe…


Kemasan

Pixy Make It Glow Beauty Skin Primer ini datang dengan kemasan tube langsing berwarna coklat tua metalik yang terkesan elegan, dengan box warna senada dan sama langsingnya.  Di box bagian atasnya ada keterangan tingkat coverage (1 dari 5) dan tingkat glowy finish (4 dari 5) produk ini. Isinya 25ml. Kayak sedikit ya, tapi sudah saya pakai lumayan sering dan belum habis-habis. Di bagian depan ada nama produk dan sedikit penjelasan kandungannya. Di bagian belakang ada beberapa klaim yang sudah saya sebutkan di atas, expired date di bagian atas serta logo halal MUI di kanan bawahnya.
Pixy Primer Box

Pixy Primer

Ingredients

Pixy Make It Glow


Tekstur dan Warna

Primer ini seperti lotion tapi lebih kental dan tidak running (?) ketika dikeluarkan. Hanya ada satu warna, yaitu 101/Beige. Begitu dikeluarkan, kelihatannya shade produk ini terang banget tapi setelah dibaurkan dia akan menyatu dengan warna kulit. Primer ini juga sangat mudah dibaurkan. Seneng deh.
Pixy Beauty Skin Primer
Sebelum dibaurkan
Fotonya tepat di bawah sinar matahari jam 9 tanpa penghalang apapun

primer
Setelah dibaurkan
dan setelah ngadem sedikit

Kesan dan Kesimpulan

Setelah dipakai, kulit terasa jauh lebih lembab dan halus, dan memang terlihat lebih sehat berkilau (ceileh). Ya mungkin karena itulah dia dinamakan Make It Glow. Oh ya primer ini juga mengandung smooth polished powder (saya ga ngerti sih ini terbuat dari apa) yang katanya bisa menyamarkan pori-pori. Dan memang iya! Kerreeeeeennnn Pixy!

Jadi pemakaian Beauty Skin Primer ini memberikan hasil yang cukup dewy, juga lumayan meningkatkan tone kulit mirip kayak maybelline baby skin primer yang pernah saya bahas juga di sini Jadi perfect dewy sepertinya kalau setelahnya menggunakan Pixy Dewy Cushion lagi. Karena saya gak punya, saya pernah pakai primer ini lalu pakai Make Over Demi-Matte Cover Cushion, hasilnya dewy sempurnah, tapi ga becek. Terutama di awal pemakaian. Tapi tetep aja sih saya pakai bedak tabur untuk antisipasi menahan minyak yang akan diproduksi kulit saya kemudian. Hehehe…

Jadi kalau setelah pakai Beauty Skin Primer ini pakai bedak tabur lagi, masih dewy gak Far?

Menurutku sih masih ya. Lumayan lah, cukup untuk pemilik oily skin kayak aku. Jadi gak terlalu berminyak, tapi masih ada sedikit kilau sehat gitu…ciyeeeh… Tapi ya ga tahan lama sih kayaknya kalau cuma pakai bedak tabur setelahnya. Bedak taburnya yang gak tahan lama, tentu saja.

Kesimpulannya, produk ini recommended untuk dicoba! Dengan harga yang 50ribuan rupiah, Pixy Beauty Skin Primer ini gak kalah dengan Maybelline Baby Skin, sesama primer tapi harganya 80ribuan. Repurchase gak Far? Hhmmm mungkin. Tapi mungkin juga engga sih, mau coba yang lain kalau yang ini habis hehehe…

Semoga bisa jadi tambahan informasi yang manfaat ya. Terima kasih sudah membaca πŸ˜‡


Review: Make Over Powerstay Demi-Matte Cover Cushion

10:25 AM 0 Comments
Assalamualaikum!
Beberapa waktu yang lalu saya sudah post tentang cushion ini di IG Story, mudah-mudahan ada yang nungguin reviewnya ya. Hehehe… ini dia saya sajikan untuk Anda (blah)…


demi-matte cover cushion


Make Over Cushion ini sudah launching sejak bulan Mei 2019 yang lalu. Iya, maap ya telat dikit. Telat kepengen, telat nyoba, telat review juga hehehe...

Sebelumnya mungkin ada yang bertanya-tanya, kenapa produk sejenis ini dinamakan cushion (bantal). Jadi, benda ini dinamakan cushion foundation, yaitu foundation dalam bentuk cushion. Disebut cushion karena di dalamnya ada bantalan sebagai penahan agar cairan foundationnya bisa diakses sesuai dengan kebutuhan dan tidak bleberan. Pada umumnya, cushion adalah campuran antara skincare dan makeup, jadi mungkin di dalamnya selain ada foundation, ada serum/pelembab/sunscreen atau sejenisnya, tergantung kandungan produknya. Kalau namanya BB Cushion, berarti isinya BB cream ditambah skincare.


demi-matte cushion

Produk ini masih satu rangkaian dengan produk series Make Over Powerstay lainnya, seperti liquid foundation yang sudah keluar lama sebelumnya. Kabar baiknya, shade cushion ini sama persis dengan shade powerstay foundationnya! Di foundationnya saya cocok di shade N30 (undertone saya neutral). Ketika coba cushion ini di nomor shade yang sama, alhamdulillah sama persis.


make over cushion

make over cushion

Make Over ini kece banget deh menyediakan jumlah shade yang cukup banyak dan sangat mengakomodir skin tone kulit Indonesia sebagaimana yang sudah saya sebut di atas. Jadi nilai plus banget buat produk lokal satu ini. Terlebih dia gak takut mengeluarkan banyak shade seperti brand lokal lain yang sebelumnya cuma berani mengeluarkan 3 jenis warna aja, itu pun kebanyakan failed terutama untuk kulit sawo matang, berdasarkan review para beauty influencer. 

Memilih warna shadenya bisa disesuaikan dengan undertone masing-masing ya, apakah warm/yellow (pilih yang depannya W), cool/pink (pilih yang depannya C), atau neutral (pilih yang depannya N).
  
Sumber: https://journal.sociolla.com/editors-review/review-make-over-powerstay-demi-matte-cover-cushion 

Kemasan

Make Over Powerstay Demi-Matte Cover Cushion ini datang dengan kemasan khas Make Over, dengan warna hitam dominan dan sangat simpel hanya dengan tulisan brandnya. Produk ini dilengkapi dengan dus hitam yang memuat informasi produk. Kemasannya sendiri seperti cushion pada umumnya, terbuat dari plastik, dilengkapi dengan cermin, puff, cushion, dan isi produknya sendiri. Yang menarik, puff-nya cushion ini waterproof alias tidak menyerap produk lho, jadi bisa lebih hemat dengan tidak ada produk yang terserap di puffnya. Sebelumnya saya memang lebih senang mengaplikasikan foundation dengan cushion puff daripada sponge beauty blender, jadi makin senang deh dapat puff yang waterproof gini.



Kemasan foundation yang seperti ini tuh menyenangkan sekali buat saya karena dia praktis. Pengaplikasian sunscreen dan foundation bisa sekaligus hanya dengan satu produk ini saja. Tapi kalau pakainya hanya sedikit, tetap disarankan untuk menggunakan sunscreen terpisah ya demi perlindungan yang cukup. Selain itu juga mudah sekali karena sudah dilengkapi dengan aplikator puff dan cerminnya.

Ingredients



Selain foundation dan skincare yang saya kurang ingin mengetahui apa isinya, Make Over Powerstay Demi-Matte Cover Cushion ini mengandung sunscreen SPF50/PA++++. In sya Allah sangat cukup untuk perlindungan dari radiasi sinar UVA dan UVB yang berbahaya untuk kulit kita. Informasi ini tidak ada di kemasan box maupun produknya ya, saya taunya dari websitenya. Lengkapnya komposisi produk ini ada di foto di atas. Ohya, paraben-free lho…

Coverage

Coverage cushion ini sama dengan foundationnya, yaitu medium coverage. Kabarnya sih bisa di build lagi sampai high coverage dan menutupi segala noda dan ketidaksempurnaan warna kulit, dengan tetap terasa ringan dan tidak dempul. Tapi saya belum pernah memakai lebih dari 1 layer sih, jadi belum merasakan sensasinya apakah benar seperti itu atau beda.

Perbandingan dengan Make Over Powerstay Lightweight Foundation

Bila dibandingkan dengan foundation yang sama di seri ini yaitu Make Over Powerstay Weightless Foundation, tekstur cushion ini terasa lebih watery dan terasa basah daripada foundationnya yang cenderung lebih kental. Pemakaiannya di kulit sama-sama ringan. Hasil akhirnya yang sedikit berbeda. Kalau si foundation yang terasa adalah kulit wajah jadi matte dan nampaknya memang dia memiliki oil control yang cukup baik. Sedangkan hasil akhir si cushion ini agak dewy sedikit, ya wajar lah ya namanya aja demi-mate cover cushion hehehe.. Agak berkilau-kilau gitu, tapi gak becek kalau dipegang. Kalau saya sih karena punya oily skin, pastinya pakai bedak tabur lagi supaya tidak terlalu mengkilap. Mungkin kalau di kulit yang kering akan beneran demi-matte meski tanpa bedak tabur kali ya.
Oh ya, satu lagi yang penting, cushion ini tidak oxidized ya. Kan ada tuh produk yang awalnya cocok di kulit, tapi lama-lama menggelap dan membuat kulit nampak lebih kusam/gelap. Cushion ini tidak, dia aman πŸ’“πŸ’

Kesimpulan

Kesimpulannya saya sukaaaaa sama cushion ini. Praktis tentu saja, formulanya juga cocok dengan kulit oily saya, ga bikin komedoan, ringan dipakai, dan warnanya pun cocok dengan skintone orang Indonesia. 
Kalau dibandingkan dengan foundation powerstay yang sebelumnya sudah disebut-sebut, hhmmmm sama sukanya sih. Tapi plusnya lebih suka di cushion ini karena faktor kemasan dan kepraktisan. Hehe dasar anak kemasan. Mungkin kalau nanti isi cushionnya sudah habis, saya bakal refill dengan foundationnya wkwkwkwkwk. 

Oh ya FYI, harga cushion ini di counter resminya Make Over 215ribu, tapi waktu saya beli lagi diskon jadi 184ribu. Alhamdulillah. 

Nah itu dia review Make Over Powerstay Demi-Matte Cover Cushion dari saya. Terima kasih sudah membaca, semoga bermanfaat ya :)


Thursday, August 22, 2019

Basic Skincare untuk Pemula

5:16 PM 0 Comments
Assalamualaikum!
Ngomongin skincare yuk… Apakah di antara teman-teman ada yang mengikuti dan mengamalkan 10 steps korean skincare? Atau yang dasar-dasar saja yang penting terawat? Atau malah ga suka ribet-ribet skincaring? Atau jangan-jangan ada yang baru mau mulai perawatan nih setelah melihat satu-dua kerutan muncul? Ehehehe, saya ga nyindir dan ga akan menghakimi kok.. syante aje and keep reading ye…

Atas dorongan dari seorang sahabat yang baru memulai perawatan wajah, kali ini saya mau bahas basic skincare untuk pemula. Pemula di sini bisa untuk remaja yang baru merawat wajah, bisa juga untuk yang dewasa dan baru merasa perlu menggunakan skincare atau produk perawatan kulit.

Beberapa beauty influencer yang blog dan vlognya banyak tersebar di internet menyebutkan bahwa perawatan kulit dasar itu mencakup pembersih (double cleanser) dan pelembab (moisturizer). Beberapa juga menambahkan sunscreen sebagai perlindungan. Agak berbeda nih dengan basic skincare versi saya, berdasarkan pengetahuan yang tak seberapa dan pengalaman saya merawat kulit. Kalau pengalaman saya merawat kulit wajah sepertinya sudah bisa dibilang agak panjang ya, mengingat saya sudah melakukan double cleansing sejak SD, sebelum aqil baligh. Disuruh emaaaaak percayalaaaah! Hahaha… Ceritanya bisa dibaca di link ini.

Nah, jadi apa saja basic skincare products untuk pemula? Here it is. 

1. Double cleanser
Double cleanser ini berarti memang membersihkan kulit dua kali, menggunakan dua produk yang berbeda.
a. First cleanser; ini sangat penting untuk membersihkan kulit wajah dari make up, debu, dan kotoran. Eh tapi jangan salah, meskipun kamu hanya di rumah seharian, kotoran juga bisa menempel lho. Bisa juga dia bercampur dengan minyak dan keringat yang diproduksi sendiri oleh kulit kita. So, sangat penting menggunakan first cleanser ini. Contohnya adalah micellar water, susu pembersih (milk cleanser), make up remover, cleansing oil, dan sebagainya. Produk yang pernah saya review ada Pixy Cleansing Express dan pembersih dari Acnes. Ciri-cirinya adalah produk digunakan dengan menggunakan kapas.

good virtues
Good Virtues Co. MakeUp Remover dan Make Over Micellar Water

     b. Second cleanser; atau yang biasa disebut sabun wajah (face wash). Fungsinya untuk membersihkan wajah dari sisa kotoran yang tertinggal sekaligus sisa/residu pembersih pertama tadi. Penting untuk memilih cleanser yang memiliki pH seimbang (pH balanced) atau pH rendah, supaya minyak alami kulit tidak tergerus yang bisa membuat kulit memproduksi minyak lebih banyak, atau malah membuat kulitmu jadi kering. Contoh second cleanser di antaranya adalah Cetaphil Gentle Skin Cleanser, Hada Labo Face Wash, dan Innisfree Jeju Volcanic Pore Cleansing Foam.


hada labo mild peeling
Cetaphil Gentle Skin Cleanser dan Hada Labo Tamagohada Mild Peeling

         2.   Toner

Ada dua jenis toner dalam tahapan skincare, yaitu exfoliating toner dan hydrating toner. Dalam konteks skincare dasar ini, yang kita bahas adalah hydrating toner.

Berbicara tentang toner itu agak kompleks kalau menurut saya, dikarenakan ada perbedaan istilah dalam beberapa bahasa. Di Indonesia, khususnya sebelum era per-skincare-an ini marak dengan masuknya produk-produk Korea, toner adalah nama produk yang selalu digunakan setelah susu pembersih, atau yang biasa disebut penyegar. Milk cleanser and toner, atau Pembersih dan Penyegar Mustika Ratu dan Viva, contohnya. Jadi di sini toner=penyegar. Fungsinya sebagai tahap pamungkas pembersihan wajah, yaitu mengangkat sisa kotoran dan milk cleanser yang tertinggal, serta menyegarkan kulit.

Namun dalam istilah skincare Korea dan yang digunakan umum saat ini, toner adalah produk yang cenderung encer, berfungsi untuk menyeimbangkan pH kulit setelah cuci muka, dan mempersiapkan kulit untuk menerima produk perawatan selanjutnya seperti essence/serum/pelembab. Jadi toner dalam skincare Korea ini berbeda dengan toner yang sudah lama ada di Indonesia ya.

Lain Korea, lain juga dengan Jepang. Skincare buatan Jepang setahu saya tidak menggunakan istilah toner. Produk sejenis toner tersebut dinamakan dengan skin, conditioner, atau lotion. Iya, jadi kalau ada produk Jepang bertuliskan lotion, itu berarti toner ya, bukan lotion pelembab seperti di kita. Contohnya pada produk Hada Labo (merk Jepang), lotion-nya adalah toner dan pelembabnya dinamakan milk.

Dalam konteks ini kita membicarakan toner sebagaimana yang ada dalam skincare Korea, karena itulah yang paling lazim digunakan di dunia skincare saat ini.


Sepemahaman saya, ada banyak masalah kulit yang disebabkan oleh pH kulit yang tidak seimbang. Kalau tipe kulitmu berminyak dan menggunakan sabun wajah yang membuat kering, yang terjadi bukan mengurangi kadar minyak di wajah, melainkan hanya menghilangkan minyak sesaat. Akibatnya, kelenjar minyak di bawah kulit mengartikan kondisi kering tersebut sebagai kondisi kekeringan, sehingga ia akan memproduksi lebih banyak minyak. Jadi pemilik kulit berminyak sebaiknya tidak menggunakan sabun wajah yang membuat kulit terasa kering (pH tinggi), karena nanti akan semakin berminyak. Dampak selanjutnya kulit bisa nampak kusam atau timbul banyak jerawat.

Namun kalau tipe kulitmu kering lalu menggunakan sabun yang mengeringkan (pH tinggi) juga, ya wassalam, bakalan tambah kering kerontang, bahkan bisa gatal-gatal dan iritasi karena terlalu kering.

Nah, toner di sini utamanya berfungsi untuk mengembalikan pH wajah menjadi seimbang kembali setelah mencuci muka. Kalau face wash-nya sudah pH balanced, apakah masih perlu pakai toner?

Tetap perlu dong. Jangan lupa, toner juga berfungsi untuk mempersiapkan kulit dalam menerima produk skincare berikutnya, jika diperlukan.

Buat kulit saya yang berminyak, penggunaan toner memberikan dampak yang sangat signifikan sejak pertama kali saya memakainya. Tidak perlu waktu lama untuk melihat (merasa) kadar air dan minyak di wajah saya sudah seimbang. Kulit saya tidak lagi terlalu banyak memproduksi minyak, sehingga jerawat juga jadi lebih jarang muncul. Satu langkah mudah yang mengubah hidup saya deh!

Itulah mengapa saya lebih memilih toner dibanding moisturizer untuk dimasukkan dalam basic skincare versi saya. Saya sudah lama menggunakan moisturizer, tapi tidak memberikan perubahan sesignifikan ketika saya memakai toner. Coba deh.

Oiya beberapa toner yang bisa digunakan untuk pemula, contohnya Hada Labo Lotion, Hatomugi Skin Conditioner, dan Safi Skin Refiner.


hada labo lotion
Hydrating Toner
Di beberapa jenis kulit, penggunaan toner saja sudah bisa memberikan hidrasi yang cukup. Saya pribadi paling sering hanya berhenti di tahapan toning ini setiap malam. Tapi kalau dirasa masih kurang lembab, bisa ditambah dengan booster atau moisturizer yang cocok di kulitmu. Coba rasakan bedanya setelah menggunakan toner dulu baru pelembab, dibanding langsung menggunakan pelembab setelah cuci muka.


Demikianlah, basic skincare atau produk dasar perawatan kulit untuk pemula, atau untuk kamu yang memutuskan cukup sampai perawatan dasar saja. Oh ya, jangan lupa pakai sunscreen yang mengandung SPF dan PA untuk melindungi kulit dari sinar UV A dan UV B di siang hari ya. Rekomendasi sunscreen bisa klik di sini. Karena segala perawatan yang dilakukan di malam hari, bisa sia-sia kalau siangnya tidak terlindungi dari sinar matahari.

Selamat merawat dan mensyukuri anugerah dari Allah ya.




Wednesday, August 7, 2019

Mengaktifkan Mode Siap Kerja

8:19 PM 0 Comments

Assalamualaikum Guys!

Pernah ga sih, kalian mengalami masa-masa sangat tidak bersemangat, mungkin lagi bete, lagi ‘gak dong’, sedang tidak siap berpikir, tapi tetap harus bekerja dan berpikir keras? Saya pernah, beberapa kali lah ya kalau tidak bisa disebut sering. Apalagi sebagai blogger dan pekerja associate, saya mengatur waktu kerja saya sendiri namun harus tetap komitmen tentu saja. Naah bagaimana dong ketika saya sedang tidak bisa berpikir sedangkan tetap harus bekerja di rumah, di mana kondisi rumah seringkali memanjakan dan menarik-narik dengan pekerjaan lain yang lebih menarik; seperti main tanaman, main sama ibu-ibu, main masak-masakan, atau membaca novel di wattpad. Hahaha.

Saya pun berniat, berdoa, duduk, dan membuka laptop. Bikin kopi, jangan ditanya. Sudah duluan sebelum duduk. Mencoba bekerja tapi kalau kondisi diri sedang tidak kondusif, susah mikir cuy. Nah, biasanya saya melakukan conditioning sederhana: dandan.

Dandannya suka-suka aja, yang penting membuat saya merasa saya sudah dandan. Kan mubazir kalau sudah dandan terus cuman main masak-masakan di dapur, ya gak? Eike kan bukan tipikal bu Sisca Soewitomo atau chef FQuinn yang kudu tampil cantik ketika memasak, hihihi.
Put on your makeup first, then ideas will follow, demikian kata gue sih hehehe..
anchoring NLP
make up di atas laptop. artinya dandan dulu baru kerja
Meskipun sedang di rumah, sendirian, dan mengenakan baju rumah, tapi kalau sudah melakukan aktivitas itu, rasanya saya jadi lebih siap aja gitu untuk berpikir. Dan alhamdulillah setelahnya bisa lebih kondusif untuk bekerja. Mungkin dandan jadi semacam anchor work mode: ON buat saya. Gampang ya?

Banyak orang lain juga punya anchor-nya masing-masing lho, sesuatu baik itu pakaian, keadaan, makanan/minuman, aktivitas, yang bisa membuatnya merasa lebih siap. Semakin murah dan mudah anchor kamu, semakin baik. Tentu saja kan.. hehehe.. Ada orang yang perlu bergerak 5 menit dulu untuk kembali fokus ke pekerjaannya setelah jenuh. Ada yang dengan segelas kopi hitam sudah ready for work mode. Ada yang harus baca quran dulu beberapa halaman. Ada juga yang harus ketemu mecin dulu, wkwkwk… Ada juga sahabat saya yang langsung bisa ON dan memasang senyum profesionalnya kalau sudah pakai sepatu heels. Jadi mungkin meskipun di rumah, dia pakai heels dulu kali ya baru duduk bekerja. Hihihi…

Ternyata Guys, teknik anchoring ini sudah ada di teorinya Neuro Linguistic Programming (NLP) lho. Dari beberapa sumber dijelaskan bahwa anchor (jangkar emosi) adalah semacam 'saklar' yang bisa membuat kita ON seketika, sebagaimana kita menyalakan lampu di ruangan yang gelap (sumber). Anchor dalam NLP adalah suatu hal yang jika terjadi akan memicu suatu perasaan atau emosi tertentu. Sedangkan dalam istilah psikologi klasik, anchor adalah suatu stimulus yang memicu reaksi khusus (sumber). Jadi kalau dalam cerita saya di artikel ini, aktivitas berdandan memicu reaksi tubuh dan pikiran saya untuk menjadi lebih siap bekerja. 
Tapi guys, jangan jadi ketergantungan pada anchor itu ya.
Gunakan saja bila memang dibutuhkan, supaya kamu tetap free dari segala ketergantungan dengan barang/kondisi/aktivitas apapun. Hal ini hanya untuk mempermudah bila kamu sedang mengalami masa yang sulit namun tetap perlu mengeluarkan pikiran dan hasil kerja terbaikmu.

Artinya, kita perlu mengenali nih kondisi diri kita, fisik serta mental dan kognitifnya. Juga mengenali apa saja hal-hal di sekitar kita yang bisa secara instan membangkitkan energi kita kembali. Hikmahnya, kita harus sadar bahwa ada sangat banyak isi pikiran dan perasaan yang bisa kita kendalikan kok, bahkan dengan hal-hal sederhana seperti contoh di atas. Udah ga zamannya lagi produktivitas terhambat gara-gara lagi bete atau ‘lagi gak mood’.

Karena kamu pengendalinya 😎

Semangat pagi! 






Friday, August 2, 2019

Berlaku Adil dalam Menilai Orang Lain

9:50 PM 8 Comments

Pernah ga sih kamu mencap seseorang sebagai orang yang nyebelin, atau selalu nyebelin? Punya sebuah sifat negatif yang bisa jadi memang parah, tapi akhirnya kamu menolak untuk melihat sisi baiknya. Saking sebelnya. Saya pernah. Pokoknya yang teringat tentang dia tuh hanya yang buruknya, yang nyebelinnya. Parah deh. Astaghfirullah. Dan kalau saya perhatikan, beberapa (atau mungkin banyak) orang punya penilaian negatif hampir ke semua orang lho. Ya ampun, semoga kita gak gitu ya…  

Seiring perjalanan hidup yang kian menua (uhuk!) akhirnya saya menyadari Guys, ternyata ya, ga ada lho orang yang sepenuhnya buruk. Tapi kalau orang yang nyaris semuanya baik sih, ada. Tapi tetap saja ada sisi lemahnya. Nobody’s perfect ya kan… kecuali ente nabi.. hehehe…

Awalnya beberapa tahun yang lalu, ketika saya sedang membantu beberapa teman mencari jodoh. Sebenarnya cari jodoh itu gak sulit, asal gak rewel. Terutama cowoknya. Ini kata Ustadz Khalid lho, yang saya setujui sepenuh hati hihihi… Tapi kasus saya ini dari kedua belah pihak ya, baik laki-laki maupun perempuan. Berkali-kali menolak calon yang ditawarkan, dengan alasan punya kekurangan ini dan kekurangan itu.

Saya yang memang dasarnya gak sabaran ini, gemas dan bilang,
“Ga ada orang yang sempurna. Sama, kamu juga gak sempurna. Nanti pasanganmu juga akan menemukan banyak ketidaksempurnaan dari diri kamu.”
Tapi sayangnya kebanyakan kalimat itu hanya saya katakan dalam hati sih (cape deh far), karena banyak juga yang cuma saya tinggal pergi, bodo amat lah kalau ga mau saya bantu. Bhay! (Lah dia emosi…)

Mau gak mau saya jadi berpikir untuk diri saya dan hubungan saya dengan pasangan, juga semua orang yang saya kenal. Alhamdulillah dapat hidayah jadi mulai berusaha membersihkan pikiran dan hati saya sejak saat itu. Saya sadar saya tidak sempurna, saya punya banyak kekurangan, lalu kenapa saya menuntut orang lain tidak boleh salah dan punya kekurangan?

Ayah saya dulu sekali pernah bilang, kalau lagi sebal sama orang, ingat kebaikannya. Tapi kalau lagi senang sama orang, jangan diingat-ingat keburukannya.
Ternyata wejangan ayah saya ini ampuh, dan yang paling penting, tidak terlalu sulit diterapkan lho. Mungkin bisa kamu coba kalau lagi sebal sama orang. Ingat kebaikannya, apa saja hal baik yang pernah dia lakukan untukmu, nanti hatimu langsung meleleh terharu deh in sya Allah. Kalau belum, ya latihan lagi. Kamu pasti bisa!
adil dalam pikiran
kita nih berbeda-beda emang, jadi wajar aja kalau ada yang tidak kita senangi dari seseorang.
tapi jangan sampai membenci, rugi.
Hampir pasti, setiap hari kita berhubungan dengan orang lain, baik itu pasangan, keluarga, rekan kerja, atau siapapun. Kalau ada dari mereka yang membuatmu kesal, ingat-ingat ya, itu wajar kok, mereka ga ada yang sempurna. Orang selalu punya kekurangannya masing-masing. Begitu juga diri kita gaes, begitu juga diri kita. Tapi jangan lupa, orang juga selalu punya kelebihan atau hal baiknya masing-masing. Maka kenapa kita tidak alihkan saja fokus kita untuk melihat kelebihannya alih-alih kekurangannya yang mungkin hanya satu-dua?
Belajar adil itu dimulai dari pikiran kita Gaes.
Dulu saya pernah kenal orang yang selalu menilai keburukan orang lain. Semua orang yang diingat hanya buruknya. Ya Allah, capek sekali kalau begitu ya. Kapan senangnya? Saya jadi berpikir mungkin kalau sedang tidak bersama saya, dia membicarakan kejelekan saya kepada orang lain. Sangat masuk akal bukan? Dia ga tau aja sekarang pun dia lagi diomongin di artikel ini, hihihi…

Begitu juga kita. Pernah gak sih berpikir orang menilai kita buruk sebagaimana penilaian buruk yang kita berikan ke orang lain? Kalau ingat ini, apakah masih bisa sombong menilai si A buruk, si B cerewet, si C gak tegas, si D terlalu kaku, dan sebagainya? Mudah-mudahan enggak yaaa… Apalah kita ini, hanya makhluk banyak dosa yang sedang ditutupi aibnya oleh Allah.

Mudah-mudahan Allah mudahkan kita untuk belajar berlaku adil ya. Aamiinn…
“… Berlaku adil lah. Karena adil itu lebih dekat kepada taqwa…” (QS: Al-Maidah:8)
Terakhir, disadari atau tidak, membenci itu menghabiskan energi lho. Bikin capek dan sumpek hati, seriusan deh. Kalau ada orang baik, tapi yang diingat kekurangannya, kapan mau happy-nya? Katanya mau bahagia… 😎 Yuk dibalik. Kalau sebel sama orang, ingat kebaikannya; seperti nasihat ayah saya di atas.

Jangan lupa ya temans, hidup di dunia ini sebentar, tapi sangat menentukan hidup panjang kita sesudahnya. Mending tebar manfaat daripada tebar aura negatif ya kan? πŸ’–


Sunday, July 28, 2019

Tentang Mampu senDiri dan Butuh Orang Lain (coaching insight)

9:28 PM 4 Comments


Sebenarnya ide tulisan ini sudah ada sejak tahun 2015, masa di mana saya mulai mempelajari coaching, yaitu salah satu metode pengembangan SDM atau anggota tim. Saat ini coaching sudah sangat populer terutama di dunia korporasi, setahu saya. Apalagi seiring dengan merebaknya isu perbedaan generasi (baby boomers, gen X, dan milenial) yang ternyata membawa banyak dampak dan perubahan dalam dunia organisasi saat ini.


coaching session
coaching session
Dalam proses coaching, yang menjadi center dalam sesi adalah coachee, yaitu orang yang di-coaching, yang ingin dikembangkan istilahnya. Mohon maaf, ga bisa pakai baking powder ya hehehe.. Coachee menentukan sendiri apa yang ia ingin capai, mengidentifikasi sendiri bila ada kendala, lalu mengerahkan kemampuannya untuk mendapatkan sendiri solusinya beserta langkah-langkah apa yang akan ia ambil untuk mencapai tujuannya tersebut. Lalu membuat sendiri komitmennya. Seems like a powerful person kan.

Lah terus perannya coach apa dong? Yang berlatih kan coach-nya (ya iya mana ada latihan untuk menjadi coachee yang baik dan benar, atau coachee profesional hahaha), yang ambil sertifikasi kan coach-nya, dan yang dibayar, coach-nya juga. Coach, hanya bertugas memprovokasi pikiran coachee untuk bergerak maju dan mencapai hal-hal yang penting bagi dia.1 That’s all guys, itu doang intinya.

Melihat begitu powerful-nya coaching dalam pengembangan individu dan tim, saya dan tidak sedikit orang jadi berpikir, kalau saya bisa menentukan sendiri goal yang saya inginkan, menentukan sendiri solusi dan langkah-langkahnya, kenapa tidak saya meng-coaching diri saya sendiri? Tinggal belajar memahami prinsip, alur, dan menggunakan kisi-kisi pertanyaan yang diberikan. Bisakah berhasil?

Jadi gini. Benar bahwa manusia itu sudah memiliki sumber daya yang ia butuhkan untuk mencapai sesuatu.2 Buktinya ia bisa mendapatkan alternatif-alternatif solusi yang semua idenya keluar dari pikirannya. Pada akhirnya dia juga yang akan merumuskan solusi apa yang akan ia pilih dan lakukan. Intinya dia bisa memberdayakan keseluruhan dirinya untuk mencapai apapun yang dia inginkan. Jadi, apakah bisa?


Sayangnya ga bisa Gaes. Coaching yang dilakukan terhadap diri sendiri biasanya gagal.

Mungkin saja coaching itu bisa berhasil sampai pada tahapan tertentu, kalau kamu jago, misalnya saat merumuskan goal/target yang diinginkan, saat eksplorasi alternatif solusi, atau sampai merumuskan langkah-langkah yang akan kamu lakukan. Kemudian ketika dalam perjalanannya kamu menemukan hambatan, sudah dicari jalan keluar dari kanan-kiri-atas-bawah-depan-belakang namun belum juga ketemu solusinya, biasanya orang akan stuck. Buntu. Terus, ya tinggal sekeras apa kamu terhadap dirimu sendiri. Tapi biasanya orang akan menyerah. Ya sudah, tunggu sebentar, nanti dicari lagi solusinya. Kemudian sangat bisa jadi, kamu lupa. Atau beranjak membuat goal baru.

Sekeras dan sedisiplin apapun kita terhadap diri sendiri, kita tetap perlu orang lain. Kita perlu orang lain yang mengejar kita dengan pertanyaan-pertanyaan, ”Apa lagi? Coba bayangkan kalau semuanya mungkin, apa lagi yang bisa kamu lakukan? Kapan akan dicoba? Kapan akan mencari? Kepada siapa kamu akan bertanya? Kapan akan mengontak dia?” dan sebagainya. Kita perlu orang lain untuk menagih diri kita sendiri. Kita juga perlu orang lain untuk melihat lebih dalam sejauh mana kemampuan kita.

Ah ya sebenarnya, sejak kita belum terlahir ke dunia pun, kita sudah banyak melibatkan orang lain. Janin kita ada karena ada ayah dan ibu kita. Kita bisa berkembang di rahim ibu karena bantuan orang lain. Kita lahir juga dibantu orang lain. Bahkan kelak kita mati pun kita akan diurus oleh orang lain.

Maka sekuat dan sehebat apapun kita, selengkap apa pun sumber daya yang kita miliki untuk berhasil di dunia ini (dan kelak juga di akhirat), kita selalu perlu orang lain. Bahkan masuk surga atau neraka nanti pun nasib kita banyak ditentukan oleh perilaku kita terhadap orang lain. Maka dari itu baek-baek ya sama orang, jangan sombong dan merasa tidak perlu orang lain.

Iya, betul kamu berdaya. Kamu punya kekuatan, kelebihan, dan potensi-potensi kamu sendiri. Tapi kita tetap butuh orang lain. Dan coaching menunjukkan kesejatian itu.

Yuk, coaching!

Baca Juga: Risiko Kenal Orang 


1 Kubik Coaching; Definisi Coaching
2 Kubik Coaching; Prinsip-prinsip Coaching